ASSALAMU 'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUHU ...SHALOM...'ALEYCHEM.....AHLAN WA SAHLAN....BRUCHIM HABAYIM....SELAMAT DATANG DI RASAIL SALAM SHALOM

Rabu, 05 Maret 2008

Kanisah Orthodoks Syria, musang berbulu ayam


Beberapa orang sedang bersiap-siap untuk menunaikan shalat maghrib.Dipimpin seorang imam shalat pun dimulai. Tapi jangan mengira meraka adalah umat Islam yang hendak melaksanakan shalat fardhu maghrib,mereka adalah Jemaat Kanisah Ortodoks Syria (KOS), salah satu cabang dalam Kekristenan Timur.






Jika dilihat dari luar mereka memiliki persamaan dengan umat Islam, dari cara berpakaian maupun hal-hal yang menyangkut ibadah, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.

Jemaat KOS juga beribadah dengan cara shalat. Hanya bedanya mereka shalat tujuh waktu dalam sehari semalam , setiap shalat hanya satu rakaat.berikut nama shalat yang mereka kerjakan:

  1. “Sholatus Sa’atul Awwal” atau “Sholat Jam Pertama” (“Sembahyang Singsing Fajar”, “Orthros”, “Matinus”, “Laudes”), yaitu ibadah pagi sebanding dengan “Sholat Subuh” (jam 5-6 pagi)
  2. “Sholatus Sa’atuts Tsalitsu”, atau“Sholat Jam Ketiga” (“Sembahyang Jam Ketiga”, “Tercia”) sholat ini sebanding dengan “Sholat Dhuha” (jam 9-11 pagi)
  3. “Sholatus Sa’atus Sadis” atau “Sholat Jam Keenam” (“Sembahyang Jam Keenam”, “Sexta”) dan sholat ini sebanding dengan “Sholat Dzuhur” (jam 12-1 tengah hari),
  4. “Sholatus Sa’atut Tis’ah” atau “Sholat Jam Kesembilan” (“Sembahyang Jam Kesembilan”, “Nona”) sebanding dengan “Sholat Asyar” (jam 3-4 sore).
  5. “Sholatul Ghurub” atau “Sholat Senja” (“Sembahyang Senja”, “Esperinos”, “Vesperus”) . Sholat ini sebanding dengan “Sholat Maghrib” (kira-kira jam 6 sore)
  6. “Sholatun Naum” atau “Sholat Purna Bujana” (“Sholat Tidur”, “Completorium”). Sholat ini sebanding dengan “Sholat Isya” (jam 8-12 malam),
  7. “Sholatul Lail” atau “Sholat Tengah Malam” (“Sembahyang Ratri Madya”, “Prima”). Sholat ini sebanding dengan “Sholat Tahajjud”.

Adapun tata cara shalat Jemaat KOS adalah sebagai berikut:

1. Adapun tata cara salatnya dimulai dengan posisi berdiri yang dipimpin oleh seorang imam berpakaian jubah warna hitam. Imam meletakkan kedua tangan di dada, membuat tanda salib, lalu mengucapkan lafaz dalam bahasa Arab: Bismil Abi wal Ibni wa Ruhil Quddus Ilahu Wahid (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Allah Yang Maha Esa). Jamaah menyambutnya: Amin.

2. Imam melanjutkan berdoa dengan mengangkat kedua tangan dan disahuti oleh jamaah.

3. Setelah membuat tanda salib berikutnya, imam membungkukkan badan seperti posisi ruku, dan mengucapkan: Quddusun Anta, ya Allah (Kuduslah Engkau, ya Allah). Jamaah menyahut dengan menyucikan nama Allah Yang Mahakuasa, Yang Tak Berkematian. Jamaah memohon kasih sayang Allah yang telah disalibkan sebagai ganti umat manusia.

4. Imam berdiri tegak dan menadahkan tangan lagi.

5. Lalu imam bersujud, dan diikuti seluruh jamaah. Ketika bangun dari sujud, imam membaca Subhanaka Allahumma (Mahasuci Engkau, ya Allah), jamaah menyahut bersamaan. Sambil menadahkan tangan, imam dan jamaah membaca Doa Rabbaniyah (Doa Bapa Kami versi bahasa Arab).

“Abanalladzi fissamaawati, liyataqaddasi ismuka

liya’ti malakuutuka, litkun masyiatuka

kamaa fissamaa`i kadzalika ‘alal ardhi.

Khubzana kafaafanaa a’thinal yauma.

Waghfirlanaa dzunubana kamaa naghfiru nahnu aidhaan

Lilmudznibiina ilainaa walaa tudkhilnaa fii tajribatin

Laakin najjinaa minasy syirriir. Amen”


(Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu,

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,

dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni

yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Amin.)




6. Selanjutnya dibaca Salam Walidatullah (atawa Salam Maria).

“Assalamu'alayki, ya Maryam,

ya mumtaliyaa ni'matan, ar Rabbu ma'aki,

mubarakatun anti finnisa

wa mubarakatun tsamaratun batinki,

sayyidina Yesua'l masyiah.

Ya qiddissa Maryam, ya walidatullah,

shalli linahnul khutat, al'an wa fi'ssaati mautina.”

(Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu,

terpujilah engkau diantara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus.
Santa Maria bunda Allah doakanlah kami yang berdosa ini

sekarang dan saat kami mati .amin )

7. Imam kemudian membaca petikan Zabur (alias Mazmur dalam bahasa Aramaik), dan salat pun berakhir.

Jika umat Islam berpuasa selama 30 hari di bulan Ramadhan, maka jemaat KOS juga berpuasa 40 hari pada bulan April yang disebut Shaumul Kabir. Jika umat Islam berpuasa sunah Senin-Kamis, maka mereka Jemaat KOS berpuasa Rabu-Jum'at untuk mengenang kesengsaraan Yesus

Umat Islam membayar zakat sebesar 2,5%, sedangkan jemaat KOS membayar zakat sebesar 10%.

Jika tiba Hari Raya Paskah (Pekan Suci), maka umat KOS akan berziarah ke tanah Palestina-Israel untuk melaksanakan haji. Dan setelah pulang dari sana akan mendapat gelar Hadzi bagi laki-laki dan Hidziah bagi perempuan.

Pada saat Natal, mereka tidak melakukan hal seperti kebanyakan yang dilakukan oleh umat Kristen. Mereka merayakan Natal pada tanggal 6 Januari, dan mereka tidak mengucapkan selamat Natal, melainkan "Selamat Hari Raya 'Aidil Milad", yang artinya sama saja dengan Natal.



Itulah Jemaat KOS, mereka melakukan penyamaran atas ajaran Islam, agar umat Islam mengalami kebingungan dalam memilih yang hak dari yang bathil.

Wallahu a’lam bisshawab